Sabtu, 28 Juli 2012

Tarawih Diskon


PADA masa kekuasaan Presiden Habibie, Gus Dur pernah mampir ke rumah Pak Harto di Cendana. Gus Dur mengajak seorang yang disebut dengan "kiai kampung" dari Metro, Lampung Tengah. Waktu itu bulan puasa.

Setelah berbuka dan omong-omong seperlunya, Pak Harto nyeletuk, "Gus Dur dan Pak Kiai ini bakal sampai malam kan di sini?"

"O tidak," jawab Gus Dur. "Saya harus segera pergi, karena ada janji dengan Gus Joyo, adik Sri Sultan Hamengkubuwono X. Tapi Pak Kiai ini biar tinggal di sini. Maksudnya buat ngimami (menjadi imam) salat taraweh, kan?"

Pak Harto manggut-manggut.

"Tapi," lanjut Gus Dur, "Sebelumnya perlu ada klarifikasi dulu?"

"Klarifikasi apa?" tanya Pak Harto.

"Harus jelas dulu, Tarawihnya mau pakai gaya NU? Kalau NU lama bagaimana, kalau NU baru bagaimana?" tanya Pak Harto makin heran.

"Loh apa ada macam-macam gaya NU? Kalau gaya NU lama, tarawihnya 23 rakaat. Gaya NU baru, diskon 60 persen (11 rakaat)!"

Pak Harto cuma ketawa, karena tidak terlalu paham. Dan Pak Kiai nyeletuk, "Iya, deh. Diskon 60 persen pun nggak apa-apa,"

Harap diketahui, "Tarawih diskon" menjadi 11 rakaat itu adalah gaya Muhammadiyah.

Keluarga Pak Harto sendiri disebut orang "Hidup dengan cara Muhammadiyah, mati dengan cara NU". Sebab, Pak Harto pernah mengaku bahwa dia semasa sekolah di Yogyakarta belajar di SMP Muhammadiyah (jadi "berakidah" Muhammadiyah). Tapi ketika Bu Tien meninggal, rumahnya di Cendana sibuk dengan macam-macam tahlilan (tiga hari, tujuh hari, 40 hari, 100 hari dan seterusnya), yang merupakan trade mark NU.

Jadi kalau Gus Dur menawarkan "Tarawih diskon" 11 rakaat itu, Pak Harto dengan senang hati menerima saja. Itu artinya kembali ke "khittah".

Semoga Bermanfaat
Wallahul Haadi Ilas Shirathil Mustaqim

Senin, 16 Juli 2012

Letak Kecantikan Wanita


Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan.
Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang
yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing,
bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan
rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya
dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah,
berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah
berjalan sendirian
Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah,
diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah
kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan
semuanya itu. ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan
pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan
bertambahnya usia anda. anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua
tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk
menolong orang lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan
pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita
terdapat pada mata. cara dia memandang dunia. Karena di matanya
terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat
berkembang.
Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan
yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih
memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan
tumbuh sepanjang waktu.


Semoga Bermanfaat.
Wallahul Haadi Ilas Shiratil Mustaqim


Jumat, 06 Juli 2012

A


                  A

A memiliki sejuta makna, siapa saja boleh menafsirkan tentang A itu sendiri, namun pada hakekatnya A itu cuma satu.

Demikian pula dengan Al Bar. Al Bar memiliki sejuta misteri, siapapun boleh menganggap dan menilai apakah  Al Bar itu BAIK atau JAHAT, namun pada hakekatnya Al Bar itu cuma satu.
jadi, Apapun kata mereka, Al Bar ya tetap Al Bar
Aku ya tetap Aku

Hehehehehe :)

Wallahul Hadi Ilas Shiratil Mustaqim.